← Kembali ke Auto Coding

Evaluasi Akurasi Sistem Bantuan Pengodean Diagnosis ICD-10 Berbasis Web Menggunakan Artificial Intelligence

Fokus utama: akurasi kode diagnosis terhadap acuan koder ahli. Evaluasi usability oleh petugas koder / rekam medis menjadi bagian tambahan.

Draf untuk ditinjau bersama dosen pembimbing. Belum dibuka sebagai pengumpulan data resmi. Setelah pengumpulan diaktifkan, jawaban dikirim ke database penelitian melalui tautan undangan sekali pakai. Hanya admin peneliti yang dapat membaca, mengekspor dan menghapus data. Jangan masukkan identitas atau isi rekam medis pasien.

Rancangan metodologi skripsi

Judul penelitian: Evaluasi Akurasi Sistem Bantuan Pengodean Diagnosis ICD-10 Berbasis Web Menggunakan Artificial Intelligence

Tujuan utama: mengukur proporsi kode diagnosis yang dihasilkan sistem dan cocok tepat dengan kode acuan yang disepakati koder ahli. Pada versi halaman ini, pengukuran dibatasi pada satu diagnosis utama per kasus; cakupan diagnosis sekunder perlu ditetapkan dalam protokol bila akan diteliti.

Desain: penelitian evaluatif kuantitatif dengan membandingkan keluaran sistem dan acuan ahli pada kumpulan kasus uji yang sama. Unit analisis utama adalah kasus dengan diagnosis utama. Survei usability potong lintang setelah uji penggunaan terstandar menjadi evaluasi tambahan dengan unit analisis petugas koder / rekam medis. Skor kuesioner tidak digunakan sebagai ukuran akurasi kode.

  1. Responden: petugas yang melakukan coding atau verifikasi ICD-10, bersedia ikut serta, dan menyelesaikan tugas uji yang sama. Gunakan total sampling bila populasi terjangkau seluruhnya; bila purposive, nyatakan kriteria dan keterbatasan generalisasinya. Jumlah responden ditentukan berdasarkan populasi serta presisi estimasi, bukan angka baku.
  2. Prosedur usability: beri pengarahan seragam, gunakan kasus sintetis atau yang telah dideidentifikasi, minta peserta memasukkan kasus, membaca usulan kode dan meninjau peringatan. Catat keberhasilan tugas serta durasi bila diperlukan. Isi kuesioner sebelum diskusi hasil.
  3. Instrumen: 10 item SUS dengan skala 1–5. Redaksi Indonesia di bawah adalah terjemahan kerja, belum diklaim sebagai versi Indonesia tervalidasi. Tetapkan versi instrumen, telaah bahasa dan uji keterpahaman sebelum pengambilan data. Pertanyaan terbuka dianalisis terpisah.
  4. Acuan ketepatan: dua koder ahli menilai setiap kasus secara independen tanpa melihat keluaran sistem, menggunakan versi ICD-10 dan pedoman yang ditetapkan. Selesaikan perbedaan melalui konsensus atau penilai ketiga sebelum membandingkan dengan sistem. Kunci kumpulan kasus uji; jangan gunakan kasus yang sama untuk menyetel sistem dan mengukur hasil akhir.
  5. Luaran kode: tabel di bawah hanya menilai kecocokan tepat satu kode diagnosis utama per kasus. Kode sampai digit akhir harus sama; keluaran kosong dihitung tidak cocok. Ini bukan akurasi seluruh diagnosis, urutan DS, prosedur ICD-9 atau kelayakan klaim. Bila cakupan diperluas, susun protokol dan metrik terpisah.
  6. Analisis utama: akurasi kecocokan tepat diagnosis utama = jumlah kasus dengan kode sistem sama dengan kode acuan / seluruh kasus uji yang memenuhi protokol × 100%. Laporkan pembilang, penyebut dan interval kepercayaan 95%, serta karakteristik kasus dan jenis ketidaksesuaian. Keluaran kosong dihitung tidak cocok. Catat kasus ambigu dan alasan eksklusi; jangan menghapus kegagalan agar skor meningkat. Analisis tambahan meliputi karakteristik responden, rerata/SD dan median/IQR SUS; skor SUS 0–100 bukan persentase akurasi. Interval dan ringkasan statistik lanjutan dihitung saat analisis, belum oleh halaman ini.
  7. Persiapan penelitian: tetapkan lokasi, periode, jumlah responden dan kasus, distribusi jenis kasus, versi sistem/model/prompt, kontak peneliti, persetujuan peserta, serta proses etik dan izin institusi yang berlaku. Form ini perlu disesuaikan dengan protokol tersebut.

Sumber SUS: John Brooke, SUS — A quick and dirty usability scale. Penilaian kode di halaman ini adalah rancangan protokol penelitian, bukan instrumen klinis tervalidasi.

Kuesioner setelah mencoba sistem

Gunakan kode peserta dari peneliti, tanpa nama atau nomor pegawai. Partisipasi sukarela; lewati pengisian bila tidak bersedia. Draf ini belum memuat kontak peneliti dan lembar persetujuan penelitian final.

Kode peserta terhubung dengan tautan undangan dari peneliti.

Aspek yang dievaluasi

  • Kemudahan penggunaan: kemudahan belajar, konsistensi, integrasi fungsi dan kebutuhan bantuan melalui SUS.
  • Persepsi koder terhadap bantuan pengodean: kesesuaian usulan dengan dokumentasi, kejelasan alasan dan referensi, peringatan, serta dukungan verifikasi melalui asesmen tambahan.
  • Akurasi objektif: kecocokan kode sistem dengan acuan ahli dicatat oleh peneliti pada tabel penilaian diagnosis utama, terpisah dari pendapat responden.

A. Kemudahan penggunaan — SUS

1 = Sangat tidak setuju · 2 = Tidak setuju · 3 = Netral · 4 = Setuju · 5 = Sangat setuju. Jawab berdasarkan pengalaman menggunakan sistem.

B. Asesmen bantuan pengodean

Pertanyaan tambahan rancangan peneliti, belum tervalidasi. Gunakan skala 1–5 yang sama atau pilih “Tidak dapat menilai” bila fitur belum digunakan atau bukti tidak cukup. Jawaban ini menggambarkan persepsi, tidak membuktikan akurasi klinis dan tidak dihitung ke dalam skor SUS. Nilai netral berbeda dari tidak dapat menilai.

Area peneliti

Penilaian acuan ahli dan pengelolaan jawaban dilakukan pada halaman admin yang memerlukan login.

Login admin peneliti